Dalam rangka memperkuat ekosistem akademik Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) yang egaliter dan inklusif, Asosiasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam se-Indonesia (APTIKIS) menyelenggarakan Rakernas APTIKIS 2025 pada Rabu-Jumat, 10-12 Desember 2025 di Hotel Sukajadi, Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Ekosistem Akademik PTKIS yang Egaliter dan Inklusif, Menuju Peradaban Islam Rahmatan lil Alamin” ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Islam se-Indonesia, termasuk STIT Hidayatunnajah Bekasi, kecuali Jogja.
Di acara tersebut, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, Ph.D., menekankan pentingnya memanfaatkan peluang beasiswa LPDP untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Kalau ada peluang di LPDP, Anda sikat, Anda ambil!” ujarnya.


Prof. Dr. H. Suyitno, MA., Dirjen Pendis, dalam paparannya menekankan pentingnya penelitian di perguruan tinggi. Beliau mengatakan, “Semoga kampus kita tidak seperti madrasah yang tidak ada risetnya. Dengan penelitian, berarti membedakan pendidikan di madrasah dengan perguruan tinggi”.
Kegiatan Rakernas juga dihadiri oleh da’i senior yang melek regulasi perguruan tinggi, Ust. Dr. Ali Musri secara individu sharing turut memberikan motivasi kepada beberapa peserta untuk meningkatkan kualitas akademik dan penelitian.
Beberapa poin penting lainnya:
– Pak Amir Kuba telah merevisi aturan penerima KIP, sehingga kampus dengan minimal 90 mahasiswa dapat menerima KIP jika seleksi berkas lolos.
– Beberapa perguruan tinggi sedang berusaha meningkatkan kualitas jurnal mereka untuk mendapatkan Akreditasi Jurnal Sinta 2.
Kegiatan Rakernas APTIKIS 2025 diharapkan dapat memperkuat kerjasama dan meningkatkan kualitas PTKI di Indonesia. Demikian sekelumit informasi kegiatan tersebut.

